Jumat, 17 Mei 2013

Zhang Xin : Buruh Pabrik yang Kini Menjadi Salah Satu Wanita Terkaya di Dunia




Zhang Xin adalah wanita sukses yang sempat dimuat dalam majalah Forbes sebagai 1 dari 10 wanita terkaya di dunia dengan kekayaan yang diperoleh dari hasil keringat sendiri, bukan warisan atau hibah. Kabarnya, kekayaan Zhang Xin mencapai US$2 milliar atau sekitar Rp.18 triliun. Siapa Zhang Xin dan bagaimana ia menjadi sukses seperti sekarang?

Zhang Xin kecil hidup bersama orangtuanya dengan sangat sederhana. Mereka tinggal di lantai 5 sebuah rusun di Beijing. Sudah biasa bagi mereka untuk makan nasi ransum dengan mangkuk besi bersama anak anak pekerja keras China yang lain.

Saat remaja, Zhang Xin sempat menjadi buruh pabrik di Hongkong, dengan jam kerja 12 jam sehari. Saat bekerja itulah, sedikit demi sedikit Zhang bisa mengumpulkan uang. Akhirnya, saat mencapai usia 20, ia memberanikan diri merantau ke Inggris ketika ia mendapat beasiswa di Sussex. Dari sekolah tersebut, Zhang melanjutkan kuliah di Cambridge University serta mendapatkan gelar master pada usia 27 tahun. Ia berhasil menyelesaikan studi S2 tersebut dengan mengambil bidang Development Economics.

Kemudian Zhang mendapatkan pekerjaan di perusahaan internasional Goldman Sachs and Travelers Group. Ia membangun karirnya di bidang investment banking. Dari sinilah kisah kesuksesan Zhang pelan pelan mulai diraih. Ia pun berkecimpung dalam bisnis properti.

Pada 1994 Zhang kembali ke China karena ia terpikat oleh tawaran zona ekonomi khusus dan reformasi ekonomi. Salah seorang sahabatnya, Pan Shiyi, menyarankan Zhang memulai bisnis properti. Pan, yang dataang dari keluarga yang lebih miskin dari Zhang, memprediksi bahwa masa depan bisnis properti sangat bagus.

Beberapa hari kemudian, Pan mengusulkan semua ide yang dimilikinya kepada Zhang Xin yang juga memiliki ketertarikan yang sama. Mereka lalu mendirikan SOHO. Bersama Pan, yang kemudian menjadi suaminya, Zhang memulai bisnis tersebut pada tahun 2007. Perusahaan ini sempat terpuruk dengan hutang US$1,65 miliar. Namun sedikit demi sedikit hutang tersebut bisa direstukturisasi.

Di bawah bendera SOHO, Zhang mengembangkan dan membangun kerajaan bisnis properti bersama suaminya. Mereka berhasil mengubah rumah beton kotor yang ia tinggali sejak tahun 1970, menjadi gedug yang indah dan futuristik. "Pembangunan ini bertahap dan begitu lama", katanya. "Saya teringat ketika kami sedang berjuang membayar gaji dan tagihan. Bagaimanapun perusahaan harus tetap berjalan meskipun dengan hutang. Dengan kontrol biaya yang ketat, kami pun secara bertahap bisa mendapatkan keuntungan."

Bagaimana kiat Zhang untuk meraih kesuksesan tersebut? Kerja keras dan kecerdasan merupakan faktor utama bagi wanita tersebut dalam meraih sukses. Namun ada lagi faktor faktor lain yang tidak kalah penting, yakni:
a. Pengusaha yang baik berarti tetap memenuhi janji terhadap klien atau rekan bisnis, tanpa berniat berdusta untuk keuntungan pribadi.
b. Selain itu, tetaplah mempertahankan gaya hidup sederhana tanpa perlu menjadi glamour serta menghambur hamburkan harta.

Meski telah sukses, Zhang Xin tidak mau memamerkan kekayaannya. Penampilannya sangat sederhana. Mulai dari make up, perhiasan, serta pakaiannya tidaklah berlebihan. Waktunya di akhir minggu didedikasikan bagi keluarga tercinta.

Bahkan dengan triliunan rupiah yang ia punya, Zhang tetap mempertahankan sikap hemat. Bila menggunakan pesawat, dia akan menolak menggunakan tiket kelas 1. Padahal baginya, sangatlah mudah untuk terbang kemana saja dengan tiket paling mahal sekalipun. Namun ia tetap memilih untuk berpergian dengan kelas bisnis. "Ini bukan soal keterjangkauan, ini tentang hati nurani. Kelas bisnis ini sudah cukup nyaman", katanya.
" Tetaplah mempertahankan gaya hidup sederhana tanpa perlu menjadi glamour serta menghambur hamburkan harta..."
                 -Zhang Xin- 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar